Cerita CPNS Penyandang Disabilitas di Inspektorat PEMKAB. Tana Toraja.

Cerita CPNS Penyandang Disabilitas di Inspektorat PEMKAB. Tana Toraja.

TANA TORAJA (SL) –Bupati Tana Toraja menyampaikan selamat kepada Peserta Pelatihan Dasar CPNS teristimewa buat Nurantin, SE, dan peyandang different ability atau sering di kenal dengan disablitas saat penutupan Pelatihan Dasar CPNS di Tammuan Mali, Rabu (10/7/2019).

Ucapan selamat dari Nico Biringkanae pun ia terima dengan penuh suka cita sambil menahan air mata agar tak membasahi pipinya.

Lengan dan telapak tangan kirinya menagamlami keterbatasan fungsional dan mata kirinya mengalami gangguan hilangnya penglihatan perefiral atau Ablasio retina,.sejak lahir, wanita cantik berHijab anak dari pasangan Asrullah.M dan Almarhumah Dirnawati, kelahiran Palopo, 30 Juni 1995 ini harus memaksimalkan tangan kanannya untuk membantu beban aktifitas sebelah kiri, ditambah mata kirinya yg hanya bisa merasakan cahaya

Berawal, ketika Nuratin mengikuti seleksi CPNS PEMKAB. Tana Toraja pada Awal November 2018 setahun lalu.

Alhasil, ketika menerima pengumuman dan dinyatakan lolos, Nur, sapaan akrabnya, mengakui jika pemerintah PEMKAB. Tana Toraja memang sangat perhatian kepada dirinya dan penyandang disabilitas lainnya yang diterima menjadi CPNS.

“Ayah saya, sehari hari pedagang kaki lima di sekolah SD, di palopo tepatnya di Jalan Y. Tando, Kel. Patene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Ibunda Nur telah meninggal di Tahun 2008 semasa hidup Almarhumah sosok ibu rumah tangga. Saya tinggal di Tondon Makale belakang pasar bersama kakak,” ujar alumni Di STIE Muhammadiyah palopo yg lulus di tahun 2017 satu tahun Nur membantu orang tua, sambil nyari nyari kerja loker di perusahaan tapi tidak lulus, kebetulan buka cpns dan saya daftar pak thn 2018 kemarin. Ujar Alumni Jurusan Pendidikan Ekonomi Akuntansi 2017.

“Alhamdulillah .. saya sudah menerima SK CPNS dan kemudian juga telah mengikuti Pelatihan Dasar, sebagai salah syarat untuk menjadi PNS. Selama mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan Dasar selama 51 hari kerja atau setara 511 jam pelajaran, saya telah memahami nilai nilai ANEKA (akuntabilitas, Nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi) untuk mewujudkan fungsi pokok sebagai seorang ASN yaitu, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu Bangsa yang diajarkan oleh para nara sumber dari BPSDM Provinsi SULSEL. “Hal ini kemudian memacu kami untuk di proyeksikan saat kami merumuskan rencana Aktualisasi di unit kerja kami masing peserta. dan akhir dari rangkaian Pelatihan Dasar itu kami di Evaluasi atas apa yg kami telah aktualisasikan”. Lanjut Nur

Berbeda dari kebanyakan orang, para penyandang disabilitas kerap mengalami hambatan di dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Itu sama sekali tidak berlaku bagi Nur, pegawai pada Inspektorat Pemkab. Tana Toraja, malah mau membuktikan klw dengan keterbatasannya dia mampu melakukan seluruh pekerjaan sama dengan pegawai lainnya. Terbukti sejak di tempatkan di Inspektorat Daerah dirinya telah melakukaan tugas sama seperti pegawai lainya. Saya sudah ke beberapa kecamatan melaksanakan tugas kedinasan, Kec. Ratetanyo, Rembon, Bittuang, Sangalla, Gandasil, dan Bonggakaradeng. Semuanya saya tempuh dengan mengendarai Motor. “bagi saya pekerjaan selaku CPNS di Badan Inspektorat Daerah, merupakan berkah dari TUHAN, dan berkah ini tidak ingin saya sia siakan”, ini amanah Agung dari yg Maha Kuasa, sehingga sy harus bekerja dengan sebaik baiknya”. Lanjut Nur.

Penerimaan dan Seleksi CPNS bagi peyandang difabel merupakan konswekuensi logis dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kriteria Kebutuhan PNS dan Seleksi CPNS 2018. Pemerintah meyiapkan kuota untuk peyandang disabilitas dalam rekruitmen PNS tahun ini, ujar Ivan Kalalembang, SH. MH (Kabid. Pengembangan SDM BKPSDM Tana Toraja). Dimana 2 % jumlah untuk instansi Pusat dari Total Formasi, dan 1 % untuk daerah dari total formasi penerimaan dan seleksi CPNS. Hal ini adalah sebuah hawa/kebijakan positif dari Pusat, khususnya Pemkab. Tana Toraja, sebab persyaratan untuk menjadi PNS itu diletakkan pada kompetensi kinerja sebagai satu indikator bukan pada kondisi seorang. “Tana Toraja juga merupakan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas yang kemudian dapat kami pastikan kehadiran difabel dalam sebuah unit kerja mampu membawa aura positif terutama semakin menunbuhkan rasa percaya diri bagi PNS. Hal ini senantiasa di tegaskan oleh Bapak Bupati pada kami, untuk selalu hadir memberikan memberikan pelayanan prima bagi seluruh PNS dan masyarakat pd Umumnya.

Lanjut Nur, ” Pemerintah Tana Toraja aksebilitas kepada penyandang difabel, saya sangat berterimah kasih kepada Bapak Bupati Tana Toraja sangat inklusif membuka Formasi difabel”. Juga selama kami mengikuti LATSAR panitia sangat frendly dan kooperatif selama kami menempuh Pelatihan Dasar .

Harapan Nur, semoga setiap penerimaan CPNS di seluruh Nusantara dapat memberi Formasi kepada para penyandang disabilitas, karena mereka jg punya hak yg sama selaku warga Negara, saya sangat berkeyakinan mereka bisa melakukan pekerjaan dan menghasilkan karya selaku anak Bangsa.

(sal)

redaksi

Tinggalkan Balasan