LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Laksanakan BIMTEK SPMI Di Torut.

LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Laksanakan BIMTEK SPMI Di Torut.

TORUT (fajarmetro.com) — Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan dengan dukungan berbagai pihak telah berhasil menyusun Panduan Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2019.

“Langkah ini kemudian kami ditindaklanjuti dengan kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi para kepala Sekolah  Binaan  dan Sekolah Rujukan Tahun 2019,” ujar Kepala bidang SMP dinas pendidikan kabupaten toraja utara, Frans Danga saat penyampaian Laporan, sebagai ketua panitia kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SDN 3 Rantepao, Senin (29/07/2019).

Rosmia Amin yang mewakili ketua LPMP Provinsi Sulawesi Selatan  mengemukakan, kegiatan  tersebut berlangsung dari tanggal 29 sampai 31 Juli 2019. Diikuti oleh 70 peserta, dari 23 sekolah model dan Rujukan sekabupaten toraja utara.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Plt. Kepala Dinas pendidikan kabupaten toraja utara Drs. Firdaus Rin Bata, Msi.

Dihadapan Peserta Firdaus mengemukakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.

Lanjut Firdaus mengatakan, sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, yang selanjutnya telah mengalami dua kali perubahan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2015 bahwa setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

Terpisah kabid SMP Diknas kabupaten toraja utara, Frans Danga S.pd menjelaskan sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) merupakan suatu kegiatan yang meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME),” ujar pria yang dikenal memiliki etos kerja luar biasa ini.

Sedangkan ukuran keberhasilan penjaminan mutu oleh satuan pendidikan terdiri dari indikator proses, output, outcome dan dampak, urainya lagi.

Dia juga mengharapkan agar para peserta memperhatikan tentang Indikator Proses yakni meningkatnya kemampuan satuan pendidikan dalam menjalankan siklus penjaminan mutu pendidikan yang dapat diidentifikasi dalam 5 Indikator outcome.

Peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan. Sebagai Fasilitator daerah (Fasda) Sistem Penjaminan Mutu Internal(SPMI) untuk mendampingi 20 sekolah model atau sekolah binaan dan 3 sekolah rujukan atau sekolah bermutu antara lain, Y.S.Samma’S.Pd,MM , Yusuf Aman,S.Pd, MM, Yunus Baru, S.Pd,MM.Agustina V.Patiung,S.Pd, MM,                Dra.Esaberh Kondo,MM. Serta Daniel Puling,S.Pd,MM.

Kordinator Pengawas dinas pendidikan kabupaten toraja utara, Yusuf salin Samma,S.Pd,MM Mengharapkan  peningkatan hasil belajar peserta didik; hasil uji kompetensi dan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan; prestasi satuan pendidikan beserta anggota; terwujudnya lingkungan belajar yang menyenangkan; adanya penghargaan serta dukungan finansial pemangku kepentingan, juga merupakan hal yang harus diperhatikan.

Di sisi lain yang tidak kalah penting adalah indikator dampak terbangunnya budaya mutu dengan terlaksananya penjaminan mutu yang berkesinambungan dan berkelanjutan pada satuan pendidikan, tegasnya lagi.

(sal)

redaksi