Malang Seribu “Lubang”

Kota Malang Darurat Jalan Rusak, karena banyak jalan di Kota Malang yang berlubang sehingga para pengendara mengeluhkan hal ini namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah kota malang sendiri, dimana sudah banyak warga kota malang yang melakukan aksi demo dan menyatakan keluh kesahnya namun belum ada respon dari pemerintah kota sendiri, disinilah Fungsi Pembangunan pemerintah tidak berjalan dengan baik.

Fungsi pemerintah diantaranya adalah sebagai Fungsi Pelayanan, Fungsi Pengaturan, Fungsi Pembangunan, dan Fungsi Pemberdayaan. Fungsi pemerintah sebagai sarana pembangunan dirasa gagal untuk bisa membuat kemajuan kota sendiri dan gagal untuk menyejahterakan masyarakat. Menurut saya wali kota malang hanya memperbaiki fasilitas-fasilitas lainnya dan membangun berbagai sarana untuk memajukan kota malang sendiri namun tidak seimbang dengan jalan yang dimana-mana sudah rusak dan bolong bolong.

Wali Kota Malang, Sutaji berjanji bahwa pada bulan mei jalan rusak akan di perbaiki namun sutaji belum menjelaskan jalan mana yang akan di prioritaskan untuk dibenahi, wali kota malang itu berdalil bahwasanya dana yang digunakan untuk memperbaiki jalan yang berlubang tidak mengambil dari brangkas, tapi ada mekanisme yang harus dijalani terlebih dahulu sehingga masyarakat harus bisa memahami dan bersabar.

Sudah banyak yang menyinggung jalan rusak dimalang ini mulai dari mahasiswa sampai dengan para pekerja, banyak beredar didunia maya meme-meme yang menyindir jalan rusak dan menyindir Wali Kota Malang itu sendiri.

Pengawasan dari pemerintah kota malang sendiri yang buruk pada saat pembangunan atau pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga sehingga memberikan kesempatan kepada pihak ketiga untuk berbuat curang agar mendapat keuntungan sebanyak-banyak nya.

Disini peran pemerintah kota malang sendiri juga tidak tegas dalam menanggapi keluh kesah masyarakat sehingga harus menunggu masyarakat untuk terjun ke jalan agar bisa didengarkan oleh pemerintah kota malang, seharusnya dengan banyak nya meme atau sindiran yang ada di sosial media membuat pemerintah kota malang turun tangan dan melihat kondisi jalan jalan yang ada di malang sendiri agar dapat secara cepat diperbaiki apalagi pada saat ini sudah mendekat hari raya idul fitri dan musim liburan sehingga banyak warga yang datang dari luar kota untuk ke Malang berlibur, jika jalan tetap dibiarkan rusak maka para pengunjung kota malangpun akan kecewa dan tidak nyaman berlibur di Malang, apalagi telah peresmian Jalan Tol Pandaan-Malang yang telah diresmikan oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo pada Senin, 13 Mei 2019 dan hal itu juga akan berdampak kepada sektor pariwisata dan pendapatan masyarakat jika banyak masyarakat tidak jadi berkunjung ke malang akibat banyak jalan yang rusak.

Pemerintah kota malang mengatakan bahwa ada jalan yang seharusnya diperbaiki dalam waktu tiga tahun namun masih satu setengah tahun sudah rusak sehingga pemerintah kota malang tidak bisa langsung memperbaiki jalan tersebut, disini pemerintah harus bisa melakukan pengawasan yang ketat terhadap para pemborong yang memperbaiki jalan supaya tidak ada pemborong yang melakukan penggelapan dana atau bisa disebut korupsi kalau volume bangunan banyak yang dikurangi agar para pemborong atau kontraktor dapat untung yang banyak maka itu akan semakin membuat masyarakat kota malang tidak akan sejahtera dan nama kota malang sendiri sebagai kota pariwisata akan menurun dikalangan masyarakat indonesia maupun manca negara.

Berita terbaru yang saya terima, Pemerintah Kota Malang telah melakukan perbaikan jalan yang berlubang secara bertahap, Sebagai informasi, dalam tahap pertama ini, Pemkot Malang akan mulai membenahi beberapa titik yang dinilai paling membutuhkan sentuhan,

Di antaranya adalah Jl.  Ir.  Rais, Jl. Kahuripan, Jl.  Mayjen Panjaitan,  Jl.  Zaenal Zakse – Jl.  Muharto, Jl.  Kebalen Wetan, Jl.  Aris Munandar.

Kemudian Jl.  Untung Suropati Utara – Untung Suropati Selatan, Jl.  Ade Irma Suryani – Jl.  Pasar Besar, Jl.  Kh.  Ahmad Dahlan, Jl. Bunga Cengkeh – Jl.  Kalpataru, Jl.  S.  Supriadi, dan Jl. WR.  Supratman. Wali Kota Malang berharap agar masyarakat tetap bersabar. Semoga cepat terselesaikan Pak Sutiaji!

 

Penulis :
Ferry Arya Dimas
Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang

Mungkin Anda juga menyukai