SLB Tanah Bumbu Butuh Perhatian Pemerintah

SLB Tanah Bumbu Butuh Perhatian Pemerintah

Tanah Bumbu (SL) – Untuk menunjang masalah belajar-mengajar di sekolah SLB, salah satunya adalah ruang belajar yang masih kurang dikarnakan ruangan yang ada saat ini sudah rusak sehingga tidak bisa dipakai semua. Selain itu juga, alat-alat keterampilan yang ada di SLB ini masih sangat minim. Hal ini disapaikan oleh Budiyono kepala sekolah SLB Tanah Bumbu,  Rabu (03/05/17)

Budiyono SPd,  memaparkan tentang  awal mula terbangunnya SLB ini dimulai sejak 2006 berdasarkan pengembangan Unit sekolah baru mendapat  bantuan dari Sikon Provinsi  dan Daerah. Sejak itulah Budiyono,  diberi mandat serta dibari perintah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang dimulai pertengahan tahun 2009, “kami merintis mulai dapat 3-7 anak bahkan sampai 18 anak didik. Sedangkan kendalanya pada awal proses belajar mengajar banyak kekurangan seperti peralatan, belum punya guru pengajar yang memiliki pendidikan khusus . “Untuk Tanah Bumbu belum ada sama sekali pada waktu itu kecuali aya.”Ujarnya pada semestalive.

“Saya waktu itu awalnya masih disekolah riguler sekolah Umum biasa, kebetulan saya punya ijazah yang berlatar belakang pendidikan khusus, waktu itu saya dipanggil kepala dinas Untuk melaksanakan itu.Pertama kami seperti merangkak dulu sedikit demi sedikit mulai 2011 lalu mulai kami Usul atau rintis ke Dinas Pendidikan Provinsi pusat,  Alhamdulillah kami dapat bantuan pralatan Untuk perlengkapan anak Untuk pendidikan khusus ini,”imbuhnya.

Masih kata Sugiyono. Pada tahan 2010-2014,kami dapat seperti  ruang keterampilan, laboratorium, trapi  juga ada, kebetulan saya menyampaikan kebutuhan guru Untuk pendidikan khusus. Untuk PNS, kami ada 6 Orang termasuk saya sendiri.Tapi Alhamdulillah mulai tahun 2013 kami tidak lagi mencari murid didik kami kesana kemari karna sekarang orang tua murid yang datang sendiri kesekolah kami ini.

Murid kami yang aktip sekarang ini sekitar 78 siswa, klo sama yang tidak aktip sekitar 120 lebih. Banyak terkendala transpotasi  yang terlampau jauh tempat tinggal nya.

Jadi kendala kami yang utama adalah transpotasi uUntuk siswa, mudah-mudahan permerintah daerah, provinsi pusat bisa memberikan mobil hibah untuk antar jemput siswa kami walau pun mobil nya tidak layak pakai nanti bisa kami perbaiki sendiri.  Disebabkan, kami memang sangat membutuhkan mobil itu Untuk antar jemput siswa-siswa kami.”pintanya.

Kepala sekolah SLB ini menambahkan bahwa  guru pengajar yang ada disekolah SLB berjumlah 17 orang, yang terdiri dari Guru PNS – 6 Orang, Guru Honor/Kontrak Daerah – 9 Orang, Tenaga Atministrasi – 1 Orang, Penjaga Sekolah – 1 Orang. Dari 17 Orang ini ada 8 Orang yang berpendidikan khusus sedangkan sisanya dari pendidikan umum. (MUH/IK).

redaksi